Jumat, 26 Juni 2020

Mahasiswa Berprestasi

Mahasiswa berprestasi merupakan ajang tahunan setiap Perguruan Tinggi bagi mahasiswa program diploma maupun sarjana. Dimulai dari tingkat program studi atau jurusan dimana setiap prodi mengirimkan rekomendasi perwakilan mahasiswa yang dapat mengikuti seleksi tingkat fakultas, kemudian seleksi tingkat universitas.  

Pada tingkat prodi, mekanisme seleksi diserahkan pada masing-masing jurusan. Dilihat dari capaian IPK, saya menjadi mahasiswa rekomendasi prodi PTE yang akan mengikuti seleksi tingkat FPTK pada tahun 2020. Banyak hal yang harus dipersiapkan untuk mengikuti seleksi tingkat fakultas, seperti aktif mengikuti seminar, pelatihan, lomba, PKM dan sebagainya yang nantinya sertifikat dari kegiatan tersebut digunakan untuk memenuhi persyaratan seleksi.

Sebanyak 13 orang mahasiswa mengikuti Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat FPTK. Pengalaman ketika seleksi, saya bertemu dengan mahasiswa terbaik di setiap jurusan di fakultas. Rangkaian seleksi tingkat fakultas meliputi penilaian dokumen seperti CV, keaktifan berorganisasi, sertifikat prestasi atau kegiatan lainnya, dan tahapan lainnya diantaranya presentasi Karya Tulis Ilmiah (KTI) dalam Bahasa Inggris dan sesi wawancara.  Dari seleksi ini, hanya 1 orang mahasiswa yang akan melaju ke seleksi tingkat universitas dari setiap program diploma maupun sarjana.

Mengikuti Pilmapres bisa dibilang sebagai kesempatan sekali seumur hidup, dan tidak pernah saya duga sebelumnya. Oleh karena itu, ambil kesempatan yang ada didepan mata, dan jalani saja. Meskipun tidak menjadi juara dalam Pilmapres FPTK, namun saya tidak merasa kalah, justru pengalaman ini sebagai momentum menjadi lebih baik lagi di masa depan untuk menggapai mimpi setinggi langit. Dare to fail! Ya, berani gagal adalah kunci sebuah kesuksesan karena tidak ada awal dan akhir untuk terus belajar.

Saya ucapkan terima kasih kepada Allah SWT, kedua orangtua serta kepada seluruh pihak baik Ibu Bapak dosen di departemen PTE dan FPTK yang telah mendukung dan membimbing dengan begitu sabar, serta rekan-rekan ku. Semoga Allah membalah kebaikan Ibu Bapak dan rekan-rekan semuanya.

Mapres tidak selalu lebih baik dari mahasiswa lainnya. Predikat seseorang tidaklah ditentukan semata dari sebuah kompetisi, Kalah menang hal biasa, namun jangan pula beranggapan bahwa harus jadi mapres dulu baru bisa bermanfaat untuk orang lain.

Salam sukses dan semangat :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar